Pada dasarnya, instalasi kabel Fiber Optic dapat dibedakan menurut jenis penempatannya yaitu instalasi kabel Fiber Optic Indoor dan instalasi kabel Fiber Optik Outdoor.
Instalasi Kabel Fiber Optik Indoor
Instalasi kabel Fiber Optik Indoor dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara :
- Instalasi tanam yaitu instalasi kabel dengan menggunakan pipa yang ditanam pada dinding atau lantai bangunan.
- Instalasi tempel yaitu instalasi kabel yang menggunakan pipa atau kabel tray yang ditempelkan pada dinding, Plafond atau rangka bangunan.
Instalasi Kabel Fiber Optik Outdoor
Untuk penempatan kabel Fiber Optik secara Outdoor dibagi lagi menjadi 3 jenis yaitu:
1. Instalasi kabel Fiber Optik melalui Rute Duct.
Rute Duct adalah rute kabel bawah tanah yang dibuat menggunakan polongan-polongan pipa pVC 4″ dengan Manhole pada kedua sisinya. Panjang antar manhole bervariasi antara 100 m sampai dengan 200 meter. Jarak ini mengacu pada panjang kabel tembaga ukuran besar dalam 1 rollnya. Pada masanya rute duct digunakan untuk instalasi kabel primer tembaga dalam ukuran besar. Untuk instalasi kabel fiber optik melalui rute duct, polongan pipa dimasukkan 3 pipa HDPE (subduct) ukuran 28/32 mm,sehingga dalam satu polongan pipa 4″ bisa diinstalasi 3 jalur kabel fiber optik. Untuk proses penarikan kabel fiber optik di dalam subduct dimasukkan tambang plastik dan tambang plastik inilah yang digunakan untuk melakukan penarikan kabel fiber optik.Kabel fiber optik yang digunakan adalah kabel fiber optik duct
2. Instalasi kabel Fiber Optik melalui tanam langsung.
Pada instalasi ini, jenis kabel fiber optik yang digunakan adalah kabel fiber optik direct burried. Rute tanam langsung merupakan rute kabel yang dibuat dengan 2 cara :
- Rute kabel yang dibuat dengan cara digali secara biasa. Pada awalnya rute kabel tanam langsung dibuat dengan cara ini. Namun untuk percepatan pelaksanaan dan kerapihan lokasi pekerjaan, metode ini mulai jarang digunakan. Metode ini hanya dilakukan untuk lokasi galian berbatu yang tidak memungkinkan dilakukan boring manual dan lokasi rute galian yang minim aktifitas penduduk.
- Rute kabel dibuat dengan melakukan boring secara manual. Rute kabel dibuat dengan melakukan boring horisontal di bawah permukaan tanah. Boring dilakukan dengan cara manual, sehingga kedalaman dan kelurusan rute galian sepenuhnya tergantung kepada ketajaman instuisi si penggali.
3. Instalasi kabel Fiber Optik melalui udara.
Instalasi kabel fiber optik ditarik melalui tiang-tiang yang ada. Untuk mengatasi kelenturan ideal kabel fiber optik, maka biasanya jarak antar tiang berkisar antara 50 m – 65 m. ada instalasi jenis ini menggunakan kabel fiber optik aerial. Kabel fiber optik aerial menyertakan kawat sealing pada pembungkusnya. Kawat sealing ini berfungsi sebagai pengait untuk dijepit